SING FOR YOU
Genre : romance, sad, friendship.
Main cast : -Ratna (24th)
-Galih (26th)
-Maya (24th)
"
Cuaca pagi ini sangat cerah, Aku berjalan menyusuri jalan setapak ini dengan riang. Oh iya! Sebelumnya Aku memperkenalkan diri terlebih dahulu. Namaku Ratna. Saat ini aku sedang menuju ke tempat kerjaku, Aku bekerja di sebuah perusahaan di kota tempat tinggalku saat ini yaitu Malang. Beruntung tempat kerjaku tidak jauh dari rumah, jadi Aku hanya perlu berjalan kaki untuk sampai ke kantor. Hanya membutuhkan sepuluh menit Aku sampai di kantor tercintaku ini, dan wah.....
Cuaca pagi ini sangat cerah, Aku berjalan menyusuri jalan setapak ini dengan riang. Oh iya! Sebelumnya Aku memperkenalkan diri terlebih dahulu. Namaku Ratna. Saat ini aku sedang menuju ke tempat kerjaku, Aku bekerja di sebuah perusahaan di kota tempat tinggalku saat ini yaitu Malang. Beruntung tempat kerjaku tidak jauh dari rumah, jadi Aku hanya perlu berjalan kaki untuk sampai ke kantor. Hanya membutuhkan sepuluh menit Aku sampai di kantor tercintaku ini, dan wah.....
Dia sudah datang! Aku sangat mengaguminya Dia
sangat tampan dan pintar, Dia manajerku namanya Galih. Selain itu Dia anak dari
pemilik perusahaan ini.
“hey!!! Kenapa melamun???” teriak seseorang
di belakangku.
“ya!! Kau mengagetkanku! Untung Aku tidak
terkena serangan jantung.” Ucapku sambil mengelus dadaku.
Perempuan ini sahabatku, namanya Maya. Dia
anak orang kaya, tapi Dia bekerja sepertiku sebagai karyawan biasa. Padahal
jika Dia mau bisa saja shopping atau jalan-jalan semaunya, tapi Dia tidak mau
melakukan semua itu, katanya itu sama saja dengan menghambur-hamburkan uang dan
pemborosan.
“hya!!! Kau melamun lagi???”Maya membentakku.
“ha?? tidak....Aku tidak melamun. Ayo kita ke
atas”. Ucapku menyanggahnya.
“hm..ayo.”ucapnya sambil mengangguk-anggukkan
kepalanya.
“hya!! Kau meninggalkanku?”Aku mengintruksinya.
“tidak? Aku tidak meninggalkanmu, Kau saja
yang lelet,,,,ayolah cepat sedikit .”ucapnya menyuruhku agar berjalan lebih cepat.
Saat kami menunggu lift terbuka, Manajer
menuju ke arah kami.
“selamat pagi...” Aku menyapanya dengan senyumanku.
Dia tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
“triiing!!” suara pintu lift terbuka, kami
bertiga segera masuk ke dalamnya.di dalam lift kami tidak ada yang berbicara, suasananya
hening,biasanya Maya mengoceh, entah itu bicara tentang apapun. Tapi sekarang Dia
diam seribu bahasa. Aneh sekali suasananya juga canggung di antara Maya dan Manajer.
Setelah keluar dari lift, kami menuju ruangan
masing-masing, tapi Aku dan Maya satu ruangan dengan karyawan yang lain.
>>>>>>>>>>>
“Na....Na...Ratna..” Maya memanggilku dengan sedikit
berbisik.
“ya...ada apa? Kau mengganggu konsentrasiku.”
Aku menjawabnya dengan berbisik juga, pasalnya jika sedang bekerja tidak boleh ada
yang mengobrol selain urusan pekerjaan.
“nanti siang kita makan diluar yuk....Aku bosan
dengan makanan yang ada dikantin.” Maya mengungkapkannya dengan wajah yang lesu.
“baiklah..nanti kita makan di cafe depan saja.”ucapku
meyarankanya.
“oke..nanti kita kesana.” Maya menanggapinya dengan
riang, Aku hanya tersenyum melihatnya.
“kalian dibayar untuk bekerja! Bukanya
mengobrol hal yang tidak penting seperti ini !”Bu Rina atasan kami menegur kami
karena ketahuan sedang mengobrol.
“ya...Bu...maafkan kesalahan kami.”ucapku
bersamaan dengan Maya.
“lain kali jangan diulangi lagi, jika kalian ketahuan
sedang mengobrol seperti ini lagi, maka saya akan memotong gaji kalian.”ucapnya
dengan tegas.
“ya Bu, maaf”aku dan Maya mengucapkannya
bersama dengan menundukkan kepala. Saat aku tidak sengaja melirik pintu ruangan
Manajer, Dia ada diluar Aku melihatnya tersenyum kearahku. Apakah Dia melihat kejadian tadi, memalukan
sekali jika dia melihatnya. Aku membalas senyumannya dan setelah itu Dia pergi,
mungkin ada urusan. Lagi pula saat ini sudah waktunya makan siang, mungkin Dia
sedang ingin makan ke cafe juga.
“May...Maya,ayo kita ke cafe sekarang” Aku
mengajak Maya ke cafe sekarang juga.
“ehmm...Ratna maafkan Aku, tunanganku mengirimiku
pesan untuk datang ke cafe dekat kantor ini sekarang juga” Maya mengatakannya
padaku dengan ragu.
“oh..yasudah Kau cepatlah kesana, Aku tidak
apa-apa kok lain kali saja kita kesananya.” Aku memberitahunya agar cepat pergi.
“baiklah,besok kita kesana Aku yang akan mentraktirmu”
“oke” Aku membalasnya dengan tersenyum.
Setelah Maya pergi Aku segera ke kantin
karena perutku sudah lapar. Aku kekantin dengan Ani rekan kerjaku.
>>>>>>>>>>>>>>>
Hari ini Aku tidak kekantor karena hari
libur. Saat hari libur seperti ini Aku selalu menemani Ibu ke pasar untuk
berbelanja. Kami berjalan kaki, karena jarak pasar dari rumah lumayan dekat.
Saat perjalanan pulang Aku mampir di kedai es
krim sebentar, ketika Aku masuk kedalamnya, tidak sengaja Aku melihat Maya
duduk sendirian Aku menghampirinya, tapi sebelum Aku sampai. Ternyata Dia tidak
sendiri aku melihat Manager duduk di sebelahnya. Kenapa Manajer bisa bersama
Maya? Tapi Aku tetap melanjutkan langkahku menghampiri mereka. Tiba-tiba tangan
Manajer mengelus puncak kepala Maya. Aku terkejut melihatnya, Aku melangkah
mundur dan pergi dari kedai ini. Ada air mata yang menetes di pipiku. Aku
sungguh tidak menyangka dengan apa yang aku lihat tadi. Ini sangat menyesakkan
hati, hatiku sakit, orang yang Aku sukai ternyata sedang bersama sahabatku
sendiri. Aku berjalan menuju rumahku.
“sayang, kamu sudah sampai?...kenapa kamu
menangis? Dan mana es krimnya?” Ibu bertanya padaku. Aku langsung memeluknya.
“kedai es krimnya tutup dan Aku tidak bisa membelikan
Ibu es krim hari ini” jawabku berbohong
pada Ibu dengan terisak. Aku tidak ingin Ibu mengetahui yang sebenarnya.
“tidak apa-apa sayang, lain kali saja kita membelinya.”
Ucap Ibu sambil mengelus punggungku dengan lembut.
Di dalam kamar Aku masih teringat kejadian di
kedai es krim tadi. Aku semakin terisak mengingatnya.
>>>>>>>>>>>>
Pagi ini Aku tidak bersemangat untuk bekerja,
tapi Aku harus bekerja. Saat ini Aku sedang konsentrasi dengan pekerjaanku.
Sekarang Aku menjadi perwakilan untuk
mengikuti meeting dengan manajer bersama perwakilan karyawan dari bidang masing-masing.
Aku duduk tidak jauh dari Manajer . Aku melihatnya tersenyum padaku,tapi Aku mengacuhkannya
dan konsentrasi dengan lembaran yang ada ditanganku.
>>>
Setelah meeting selesai, Aku beranjak pergi
dari ruang meeting dengan terburu-buru karena Aku ingin menghindari Manajer.
“Ratna! tunggu!” Manajer menghentikanku, Aku
berhenti dan menghadapnya.
“ya,ada apa Manajer”
“kenapa Kau terburu-buru sekali?”Manajer
bertanya padaku
“Maaf Manajer, tugas Saya masih menumpuk,
jadi Saya terburu-buru”
“oh..begitu..ini ada undangan dari Maya, tadi
Dia menitipkannya padaku”
“terima kasih Manajer”
“iya sama-sama, jangan lupa datang, acaranya
besok jam sembilan pagi, dan kamu tenang saja karena besok kantor libur, karena
semua pegawai pergi ke penikahan Maya.”
“baik Manajer, Saya akan datang, kalau begitu
saya permisi dulu.” Aku segera pergi ke toilet karena sudah tidak kuat lagi
untuk menahan air mataku yang berdesakan ingin jatuh. Di toilet Aku menangis
sampai hati ini membaik. Aku harus tegar menghadapi semua ini.
>>>>
Hari ini Aku datang ke acara pernikahan
Manajer dan Maya.Sebenarnya Aku tidak sanggup untuk datang kesini. Tapi
mengingat Maya adalah sahabatku sendiri, jadi Aku putuskan untuk datang.
Pernikahannya di adakan di salah satu
Hotel bintang lima di kota Malang, tidak heran
jika ini diadakan di tempat mewah seperti ini. Maya kan anaknya orang kaya.
“selamat datang dan terima kasih karena Kau
sudah datang hari ini”. manajer menyambutku dengan senyuman indahnya.
“iya,sama-sama Manajer....Saya permisi
dulu,Saya mau kesebelah sana. ”Aku menjawabnya dengan senyuman yang kupaksakan.
“Oh ya silahkan nikmati pestanya”
“ya, saya permisi dulu.” Aku segera pergi ke teman-temanku
berada, Aku membaur dengan mereka.
“Na, ayo kita duduk disana diurutan paling depan”
Wulan mengajakku duduk dibelakang para saksi pernikahan.
“tidak, Aku disini saja, Kau ajak yang lain
saja.” Aku menolaknya, Dia menurut padaku dan mengajak Ratih bersamanya.
Acara sebentar lagi akan segera dimulai, Aku
melihat Manajer menuju area para saksi dan calon pengantin. Aku tidak sanggup melihat
ini lebih baik Aku pergi dari sini.
>>
Saat ini aku duduk di salah satu bangku taman
di dekat hotel. Aku sedikit terisak, Aku
tidak sanggup dengan semua ini. Aku melihat beberapa anak kecil berumuran 5
tahunan sedang bermain bersama. Aku tersenyum melihatnya, ini sedikit
membantuku. Saat Aku serius melihat mereka,
Aku merasa ada yang duduk di sebelahku.
“Kenapa Kau pergi, padahal acaranya belum selesai.”
ternyata Dia manajer dan Dia bertanya padaku.
“Aku hanya ingin mencari udara segar
disini.....kenapa manajer kesini bukankah seharusnya Manajer menikah dengan
Maya?” Aku bertyanya padanya.
“Kau ini bicara apa sih? memangnya Aku orang
yang tidak bermoral, menikahi adiknya sendiri, ada-ada saja.” Manajer
mengatakannya dengan sedikit tertawa.Aku bingung sekaligus terkejut dengan
ucapan manajer. Aku melihat Maya menuju ke arah kami saat ini.
“kakak! Kau dicari Ayah, katanya ada yang
ingin dibicarakan denganmu”
“oh,baiklah. Na aku pergi dulu ya, lain kali kita
bicara lagi” Manajer berpamitan padaku, Aku menanggapinya dengan senyuman
bahagiaku ternyata Manajer dan Maya kakak beradik.
“kenapa kau senyam-senyum sendiri? pasti ada sesuatu
diantara kalian?” Maya duduk disampingku
“tidak! kami tidak ada apa-apa. Kenapa Kau tidak bilang jika Manajer itu kakakmu?”
“Kau tidak tanya padaku, jangan bilang Kau
habis menangis dan mengira Aku dan kakak akan menikah” Aku hanya menunduk menanggapinya.
“Kau menyukai kakak?” Aku menggeleng menjawab
pertanyaannya.
“tidak! Aku tidak menyukainya”
“jangan bohong sebenarnya Aku mengetahuinya
sejak dulu dan waktu di kedai es krim beberapa hari yang lalu, Aku melihatmu
mememergokiku dengan kakak. saat itu Aku ingin mengejarmu, tapi kakak
mencegahku dan Dia mengikutimu sampai rumahmu. Pasti Kau tidak tahu?” Aku
menggelengkan kepalaku.
“sepertinya Kakak juga suka padamu dan Aku
sangat merestuinya jika kakak menikah denganmu”
“Kau ini ada-ada saja mana mungkin Manajer
menyukaiku.” Aku mengelak ucapan Maya dengan sedikit tertawa.
“Kau tidak percaya padaku? kakak sering
bertanya tentangmu padaku. Jika kau tidak mengakui perasaanmu Aku akan
menjodohkan kakak dengan Ratih, sepertinya Ratih menyukai kakak juga. Aku pergi
dulu ya....” Maya pergi meninggalkanku sendirian disini.
“Maya! tunggu...ya! Aku memang menyukai
Manajer tapi Aku tidak berani untuk
menyatakan perasaanku padanya karena Aku pikir Dia tidak menyukaiku, lagi pula
yang seharusnya menyatakan cinta itu lelaki dulu bukan perempuan.” Maya
tersenyum mendengar pengakuanku.
“baiklah,kalau begitu Aku akan mengatakannya
pada kakak”
“tidak usah” manajer keluar dari balik pohon,
Aku dan Maya terkejut melihatnya.
“Aku sudah mendengar semua apa yang kalian
bicarakan, sebenarnya Aku tidak pergi dan menguping apa yang kalian bicarakan.”
“Ratna benar seharusnya lelaki yang
menyatakan cintanya terlebih dahulu, sebelumya Aku berterima kasih pada adik
tersayangku karena membuat Ratna mengunggkapkan isi hatinya”
“dengan senang hati kakak,lanjutkan
kalimatmu” Maya tersenyum bahagia begitupun Manajer, Aku hanya diam seperti
patung memperhatikan mereka.
“baiklah, Ratna maafkan Aku yang telah
membuatmu menunggu pernyataan cintaku. Sebenarnya Aku sudah menyukaimu sejak
pertama kali Aku bertemu denganmu tapi Aku takut untuk menyatakannya karena
tidak mempunyai keberanian untuk itu. Dan sekarang... will you be my girl?” Aku
tertegun dengan pengakuan Manajer dan sedikit menitikan air mata.
“kenapa kau menangis?” manajer mengusap air mataku
“Aku terharu dengan ungkapan Manajer”
Manajer tersenyum mendengar ucapanku
“so,what your answer?”
“yes,i do” Aku menjawabya dengan sedikit terisak.
Manajer sangat senang dengan jawabanku.
“wah..wah..Aku seperti penonton
saja...selamat untuk kalian dan jangan lupa traktiranya. ”Maya mengatakannya
sambil tertawa bahagia dan kami disini semua bahagia.
>>>1 tahun kemudian<<<
Setelah pernyataan cinta Manajer yang lalu,
sekarang kami tengah makan malam di cafe.
“Aku ke sana sebentar ya?” manajer menunjuk
pentas yang ada di cafe ini.
“untuk apa kamu kesana?”Aku bertanya padanya.
“ada sesuatu yang ingin Aku tunjukkan padamu.”
“Apa itu?” Aku penasaran dibuatnya. Dia
menuju ke pentas.
“mohon perhatiannya pada semua pengunjung,
maaf mengganggu waktu kalian, Saya berdiri disini akan mempersembahkan sebuah
lagu untuk kekasih Saya yang sedang berdiri disana” manajer menunjuk ke arahku semua mata tertuju padaku,
semua bertepuk tangan dan bersorak pada kami berdua.
Lagu di putarkan dan beberapa penari membawa
bunga muncul dari belakang pentas.
Bruno mars - marry you
It's a beautiful night,
We're looking for something dumb to do.
Hey baby,
I think I wanna marry you.
Is it the look in your eyes,
Or is it this dancing juice?
Who cares baby,
I think I wanna marry you.
Well I know this little chapel on the boulevard we can go oh oh oh,
No one will know oh oh oh,
Oh, come on, girl.
Who cares if we're trashed got a pocket full of cash we can blow oh oh oh,
Shots of patron,
And it's on, girl.
Don't say no, no, no, no-no;
Just say yeah, yeah, yeah, yeah-yeah;
And we'll go, go, go, go-go.
If you're ready, like I'm ready.
Cause it's a beautiful night,
We're looking for something dumb to do.
Hey baby,
I think I wanna marry you.
Is it the look in your eyes,
Or is it this dancing juice?
Who cares baby,
I think I wanna marry you.
I'll go get a ring let the choir bells sing like oooh,
So what you wanna do?
Let's just run girl.
If we wake up and you wanna break up that's cool.
No, I won't blame you;
It was fun, girl.
Don't say no, no, no, no-no;
Just say yeah, yeah, yeah, yeah-yeah;
And we'll go, go, go, go-go.
If you're ready, like I'm ready.
Cause it's a beautiful night,
We're looking for something dumb to do.
Hey baby,
I think I wanna marry you.
Is it the look in your eyes,
Or is it this dancing juice?
Who cares baby,
I think I wanna marry you.
Just say I doooooo-ooo uhu,
Tell me right now baby,
Tell me right now baby, baby.
Oh, it's a beautiful night,
We're looking for something dumb to do.
Hey baby,
I think I wanna marry you.
Is it the look in your eyes,
Or is it this dancing juice?
Who cares baby,
I think I wanna marry you.
Aku menangis bahagia melihatnya. Semua penari memberikan bunga yang mereka pegang
padaku. Setelah menyelesaikan lagunya, manajer menuju ke arahku dan berlutut dihadapanku
dengan mengeluarkan sebuah kotak berisi cincin dari sakunya dan Dia sodorkan
padaku.
“TERIMA...TERIMA...TERIMA..”semua pengunjung
serentak berteriak padaku.
“yes,i do”Aku mengucapkannya dengan mantap
dan mengulurkan tanganku. Manajer menyematkan cincinya dijari manisku, Aku
menunjukkanya pada semua pengunjung. semua yang ada di sini bertepuk tangan dan
ada beberapa yang menangis terharu sepertiku.
“terima kasih” Manajer mengucapkannya dengan memelukku,Aku
tersenyum menyambut pelukannya. semoga kami bersama untuk selamanya.
..........................
The end
Gimana sahabat ada yang baper tidak? Don’t be silent reader ya,,,,.
Wajib ngisi komentar!!!!
By :Winda muthoharoh
